Showing posts with label 2009. Show all posts
Showing posts with label 2009. Show all posts

Thursday, December 3, 2009

Sepuluh Film Terburuk Tahun 2009

Semua sutradara atau produser pasti berharap film yang mereka buat bisa mendatangkan keuntungan dalam bentuk dolar maupun pujian dari para kritikus film yang kadang kelewat cerewet. Berbagai usaha mereka lakukan untuk membuat film yang mereka produksi menjadi film yang masuk kategori bagus tanpa menghilangkan nilai komersialnya. Sayang kadang di tengah proses pembuatan ini ada sesuatu yang lupa mereka perhatikan sehingga saat diedarkan film ini gagal meraih hati para pengamat film.

Bisa jadi mereka sudah memperhatikan semua aspek dengan baik namun yang jadi masalah adalah visi mereka ternyata tak sejalan dengan para kritikus. Lagi-lagi hasilnya menjadi bahan cercaan para pengamat. Terlepas dari disengaja atau tidak, memang tidak semua film bisa menjadi film yang bagus tanpa harus kehilangan nilai komersial.

Menilai film sendiri memang bukan pekerjaan yang mudah. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Film yang sukses mengumpulkan dolar bukan jaminan bahwa film tersebut punya nilai tinggi sementara sebaliknya film yang tak laku juga bukan berarti film tersebut buruk. Setelah menimbang-nimbang akhirnya muncul sepuluh judul film yang kami anggap layak mendapat gelar film terburuk tahun 2009 ini, tentunya film-film tersebut yang sudah masuk ke jaringan gedung bioskop di tanah air.

1. STREET FIGHTER: THE LEGEND OF CHUN-LI
STREET FIGHTER: THE LEGEND OF CHUN-LIFilm laga dengan latar belakang martial arts memang biasanya mengandalkan soal special effect dan koreografi tarung sebagai pilar utamanya. Mungkin dengan pertimbangan ingin mengubah stigma itu pula Andrzej Bartkowiak, sang sutradara, tak terlalu memperhatikan titik krusial ini. Akibatnya, usaha memperbaiki usaha awal mengadaptasi game Street Fighter ke layar lebar ini jadi sia-sia. Alur cerita cenderung datar dan mudah ditebak sementara ide cerita pun sudah basi. Ditambah lagi akting yang pas-pasan dan naskah yang kurang menggigit, lengkap sudah penderitaan film ini. Mau tak mau STREET FIGHTER: THE LEGEND OF CHUN-LI harus rela berada di jajaran film terburuk tahun ini.

2. OLD DOGS

OLD DOGSMenyia-nyiakan potensi yang sudah ada di depan mata. Itulah kesan yang tertangkap setelah menyaksikan film karya Walt Becker ini. Bagaimana tidak. Ada dua nama yang bisa dijadikan jaminan film bagus bergabung dalam film ini tapi nyatanya fakta itu tak membuat film ini jadi sebuah tontonan yang menarik.

Naskah yang kurang kokoh dan sutradara yang tak mampu mengeksploitasi potensi dua aktor andal ini adalah penyebab tidak munculnya kekuatan yang dimiliki John Travolta dan Robin Williams. Akhirnya yang tersisa hanyalah joke-joke hambar dalam kerangka cerita yang kurang menggigit pula. Bayangkan betapa sia-sianya John dan Robin bermain dalam film ini.

3. WHITEOUT
WHITEOUTMengangkat kisah dari sumber yang sudah 'besar' memang kadang beresiko tinggi buat sang sutradara. Kalau gagal menyamai reputasi sumber aslinya maka caci-maki para penggemar sumber asli plus para kritikus jelas tak akan bisa dibendung lagi. Kenyataan pahit itulah yang dihadapi oleh Dominic Sena saat mengadaptasi komik berjudul Whiteout ke layar lebar. Entah kenapa, malah film yang juga diberi judul WHITEOUT ini jadi terlihat seperti mengekor film INSOMNIA dan parahnya lagi Kate Beckinsale tak mampu menghidupkan karakter Carrie Stetko seperti yang dilakukan Al Pacino saat bermain dalam INSOMNIA. Akhirnya, WHITEOUT jadi tak lebih dari sekedar film thriller biasa.

4. BRIDE WARS
BRIDE WARSDua aktris berpotensi beradu akting dalam satu film yang tak didukung naskah yang memadai jadinya adalah BRIDE WARS ini. Film ini sebenarnya tak menawarkan banyak. Alur cerita cenderung polos dan tak memiliki 'denyut' yang cukup kuat. Artinya, yang terjadi selama 89 menit itu hanyalah 'perpanjangan' dari konflik yang pada titik tertentu terasa agak dipaksakan. Ini diperparah dengan tidak adanya latar belakang yang cukup kuat untuk mendukung karakter masing-masing tokoh sehingga di akhir cerita, film ini seolah berlalu begitu saja tanpa ada kesan yang cukup kuat. Alhasil, Gary Winick, sang sutradara, tak mampu menyelamatkan film ini dari jajaran film dengan nilai terendah di tahun 2009 ini.

5. SORORITY ROW
SORORITY ROWBerapa banyak film thriller yang dibuat berdasarkan ide yang dibawa oleh film berjudul SORORITY ROW ini? Jawabnya mungkin sudah terlalu banyak. Tapi nyatanya itu tak menghalangi produser dan sutradara menawarkan konsep serupa. Masalahnya, sampai saat ini masih ada peluang untuk mengeruk keuntungan dari konsep ini. Pasar masih suka ditakut-takuti dengan cara klasik meski pada dasarnya mereka sudah tahu persis apa yang bakal terjadi.

Akhirnya dengan cerita yang sangat simple dan generik, yang tersisa hanyalah masalah mengulur waktu sampai memenuhi kuota untuk disebut sebagai film full feature. Tak heran jika film ini banyak mendapat kritikan dari pengamat film. Nyatanya, film dengan biaya produksi US$ 12,5 juta ini masih mampu mengembalikan modal awal pembuatan.

6. THE UGLY TRUTH
THE UGLY TRUTHKonsep cerita yang sama sekali tidak menyimpang dari pakem film drama komedi bisa jadi adalah kunci kegagalan film ini meraih simpati para kritikus. Nyatanya memang tak ada yang baru dari film ini. Dari awal pun penonton sudah bisa memperkirakan bagaimana akhir dari film ini. Artinya, satu-satunya yang bisa dijadikan tumpuan agar penonton tak beranjak dari tempat duduk hanyalah alur cerita yang menarik dan kemampuan akting sang aktor dan aktris. Dalam kasus THE UGLY TRUTH ini yang paling banyak berperan justru adalah kemampuan akting karena alur cerita sebenarnya sudah tak mampu berbuat banyak. Itu pun masih belum mampu mengangkat pamor film ini agar lepas dari jajaran film dengan nilai terendah tahun ini.

7. I LOVE YOU, BETH COOPER
I LOVE YOU, BETH COOPERFakta bahwa film ini diangkat dari kisah nyata ternyata bukanlah jaminan bahwa hasil yang disajikan akan menarik. Nyatanya I LOVE YOU, BETH COOPER yang konon didasarkan pada pengalaman pribadi Larry Doyle, sang penulis naskah, malah sama sekali tak terasa 'hidup'.

Dengan naskah yang setipis itu, jelas tak banyak yang bisa dilakukan oleh para pemeran dalam film ini. Paul Rust tak mampu membuat karakter nerd yang ia perankan jadi berbeda dari para nerd sebelumnya. Untungnya Hayden Panettiere mampu sedikit menghidupkan suasana yang mulai terasa membosankan ini. Itu pun tak terlalu mampu membawa film ini jadi benar-benar sebuah hiburan yang fresh.

8. THE PINK PANTHER 2
THE PINK PANTHER 2Ada dua hal yang patut disayangkan dari film ini. Yang pertama adalah casting bagus yang tak diimbangi dengan naskah dan penyutradaraan yang sama bagusnya. Akibatnya para aktor dan aktris pendukung yang sebenarnya dapat 'berbuat lebih' seolah jadi karakter dangkal yang hanya muncul bergantian dari awal hingga akhir film.

Masalah kedua adalah gagalnya sang sutradara dam penulis naskah untuk menuangkan ide lama, The Pink Panther, menjadi sebuah tontonan yang berkualitas. Akhirnya, film ini hanya menjadi sekedar rangkaian humor fisik macam THE THREE STOOGES atau Warkop DKI yang dengan segera terlupakan ketika film berakhir.

9. DRAGONBALL EVOLUTION
DRAGONBALL EVOLUTIONSekali lagi, adaptasi dari bentuk lain yang sudah lebih dulu populer tidak selalu menguntungkan. Bila bisa mengalihkan 'jiwa' dari kisah yang diadaptasi ke bentuk lain maka popularitas versi aslinya akan mendongkrak pamor film yang mengadaptasi. Sebaliknya jika gagal menangkap 'roh' tadi maka caci-maki para fans setia jelas tak terhindarkan. Dalam kasus DRAGONBALL EVOLUTION ini yang jadi masalah adalah banyaknya 'penyesuaian' yang harus dilakukan sang sutradara yang akhirnya malah membuat para fans manga ini jadi kecewa lantaran visualisasi sang sutradara telah menyimpang jauh dari visualisasi dalam komik. Situasi jadi lebih tak menguntungkan lantaran buat para penonton yang bukan penggemar manga, film ini juga tak memberikan sesuatu yang 'jelas'.

10. TRANSFORMERS: REVENGE OF THE FALLEN
TRANSFORMERS: REVENGE OF THE FALLENMurni suguhan visual. Hanya itu yang akan Anda dapat saat menyaksikan film TRANSFORMERS: REVENGE OF THE FALLEN. Alur cerita kurang menggigit dan naskah yang kurang tergarap dengan baik adalah masalah yang dihadapi film ini. Akhirnya yang tersisa dari film berdurasi sekitar 150 menit ini hanyalah CGI yang memang disajikan dengan baik.Soal efektif atau tidak yang pasti pesta CGI adalah tujuan utama Michael Bay membuat film ini. Ditambah lagi akting yang tak memadai dari Megan Fox maka mau tak mau Michael Bay harus merelakan film TRANSFORMERS: REVENGE OF THE FALLEN masuk ke daftar film terburuk tahun ini.

sumber: http://www.kapanlagi.com/a/sepuluh-film-terburuk-tahun-2009.html

Description: Sepuluh Film Terburuk Tahun 2009 Rating: 5.0 Reviewer: garry bale ItemReviewed: Sepuluh Film Terburuk Tahun 2009

Thursday, November 26, 2009

5 Film Indonesia Terbaik Tahun 2009

1. 'Sang Pemimpi', merupakan film penutup akhir tahun yang terbaik. Dari segi cerita, film garapan Riri Riza itu lebih menarik ketimbang film pertamanya, 'Laskar Pelangi'. Film yang menampilkan Ariel sebagai artis pendukungnya tersebut menyuguhkan cerita yang lebih kompleks. Mulai dari hubungan antara ayah dan anak, problematika remaja pinggiran, hingga ketidakmerataan pembangunan ekonomi di Indonesia.
http://musik.um.ac.id/wp-content/uploads/2009/12/Sang_Pemimpi_film.jpg

2. 'Jamila dan Sang Presiden', hadir untuk 'menyentil' para penguasa republik ini. Masalah human trafficking dan woman abuse merupakan masalah sosial yang dihadapi Indonesia, disajikan lewat layar lebar produksi MVP Pictures dan Satu Merah Panggung itu. Film 'Jamila dan Sang Presiden' merupakan wujud kekritisan sang sutradara Ratna Sarumpaet menanggapi masalah yang ada di negara ini.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyUqn1wUoQPgQrwzSZKz7k3WSFAj81T6CnC7RN6D2f7qmoweqeV17lajLwlPbP_gDu8Ov1RtZK9JcgymFv5FOBJwE-h1-jXOMTdj15X8RSv2XVbZgJY1aMGFjZi13NkfSCRLBpYkdVdV94/s400/jamila+.jpg

3. 'Merantau', hadir ketika industri film Indonesia tengah banjir film horor dan drama. Film bergenre aksi itu menampilkan atlit pencak silat, Iko Uwais, sebagai bintang utamanya. Tak hanya di Indonesia, 'Merantau' juga mendapat sambutan positif di luar negeri. Buktinya, film tersebut menjadi film penutup di Puchon International Fantastic Film Festival yang digelar di Korea Selatan pada 16 hingga 26 Juli lalu.
http://www.xtupload.com/new/graphic/images/2009/August/15/F7E3_4A878684.jpg

4. 'Garuda di Dadaku', mengangkat tema yang jarang diangkat oleh sineas Indonesia, yaitu tema nasioalisme dan sepakbola. Di ajang Festival Film Indonesia 2009, film itu mendapat penghargaan spesial. Sang bintang utama, Emir Mahira, juga dinominasikan di kategori Aktor Pemeran Utama Terbaik.
http://mbintanghp.files.wordpress.com/2009/06/movie-garuda-di-dadaku.jpg

5. 'Ruma Maida', bisa dinilai salah satu film yang paling serius penggarapannya. Lewat film tersebut, sang sutradara, Teddy Soeriaatmadja ingin mengajak para penontonnya untuk sedikit memaknai perjuangan. Ia pun menampilkan dua sisi perjuangan perjuangan. Maida berjuang untuk mencerdaskan anak jalanan di masa kini, dan dua sejoli yang memperjuangkan nilai-nilai bangsa di zaman penjajahan.
http://hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2009/11/rumah-maida.jpg

sumber: http://woamu.blogspot.com/2010/01/5-film-indonesia-terbaik-tahun-2009.html

Description: 5 Film Indonesia Terbaik Tahun 2009 Rating: 5.0 Reviewer: garry bale ItemReviewed: 5 Film Indonesia Terbaik Tahun 2009

Wednesday, September 30, 2009

Julia Roberts Syuting di Bali, 16 Oktober 2009

http://img2.timeinc.net/people/i/2008/specials/redcarpet/predictagown/julia_roberts.jpg

DENPASAR - Aktris Hollywood Julia Roberts dipastikan tiba di Bali pada 16 Oktober 2009, untuk syuting film Eat, Pray, Love. Sebagai penyambutan, bintang film Pretty Woman itu mendapat undangan istimewa jamuan makan malam di Puri Ubud.

Kepastian itu disampaikan Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. "Undangannya sudah kami sampaikan beberapa hari lalu. Soal tempatnya, kami melihat paling tepat di Puri Ubud," jelasnya di kantor Bali Tourism Board, Jalan Puputan Denpasar, Bali, Selasa (13/10/2009).

Pria yang akrab dipanggil Cok Ace ini sepenuhnya mendukung syuting film yang diangkat dari novel karya Elizabeth Gilbert itu. Pihaknya telah mengeluarkan izin pengambilan gambar di sejumlah lokasi di Gianyar, seperti di Puri Ubud, pasar tradisional Ubud, taman wisata Monkey Forest, desa Demayu dan Tegalalang.

Cok Ace berharap film itu bisa ikut mengangkat citra pariwisata Bali di mata masyarakat dunia.

"Tentu harapan ini tidak bisa dicapai dengan instan, melainkan jangka panjang. Apalagi jika nantinya bisa diikuti oleh artis-artis Hollywood lainnya," imbuh dia.

Julia direncanakan akan memulai syuting pada 16 Oktober hingga 6 November. Selain di Gianyar, pengambilan gambar juga akan dilakukan di Pura Uluwatu dan Nusa Dua, Kabupaten Badung.

Sumber: http://celebrity.okezone.com/read/2009/10/13/206/265180/julia-roberts-syuting-di-bali-16-oktober-2009

Description: Julia Roberts Syuting di Bali, 16 Oktober 2009 Rating: 5.0 Reviewer: garry bale ItemReviewed: Julia Roberts Syuting di Bali, 16 Oktober 2009

Thursday, September 17, 2009

The 10 Most Innovative Viral Video Ads of 2009


2009’s crop of top viral video advertisements show us that people are willing to embrace a host of creative approaches on the social video Web, from beguiling mini-films, to user-generated advocacy, to YouTube celebrity endorsers, to elaborate commercial-grade productions. That’s good news for creators.

Regardless of the approach, the key for marketers is a solid understanding of what a brand is, who is the brand’s audience, and what moves them. Strangely enough, this formula sounds like traditional advertising. This year’s Top 10 is certainly a glimpse of how the viral video ad business is evolving, and as marketers, what we can learn from that evolution.

1. Inspired Bicycles






Advertiser: Inspired Bicycles
Ad Agency: N/A

Why it works: Inspired Bicycles’ team rider Danny MacAskill scales fences in and around Edinburgh, Scotland. The video is as mesmerizing as its hypnotic soundtrack from music group Band of Horses. It’s a solid example of how a brand pursuing a niche market – mountain bike trailblazers – can reach the masses with a brilliant viral video execution.

2. SIGNS





Advertiser: Schweppes
Ad Agency: Publicis Mojo and @RadicalMedia

Why it works: A love story with few words, Signs compels you to watch until its poignant end. It conclusively dispels the myth that viral video executions must be short and gimmicky to grab your attention.

3. Piano Stairs






Advertiser: Volkswagen
Ad Agency: DDB Stockholm

Why it works: “Take the stairs instead of the escalator and feel better” is something we hear but didn’t often see until this sly video from Volkswagen appeared on the Web. It’s part of an inspiring campaign, The Fun Theory, that encourages people to come up with fun ways to “do good.” The video itself did well indeed, imbuing Volkswagen with a fun new ethos and racking up millions of views in the process.

4. BooneOakley.com





Advertiser: Boone Oakley
Ad Agency: Boone Oakley

Why it works: Boone Oakley, an ad agency from Charlotte, North Carolina, uses an interactive YouTube video to tell its story and showcase client work. Audacious and attention-getting, it puts the young company on the short list of ad agencies who get it.

5. Hosting Your Party






Advertiser: Microsoft
Ad Agency: N/A

Why it works: This is the ultimate anti-viral: a video that generates millions of views simply because of how profoundly it misses the mark. Comments have been disabled, but all you have to do is talk to someone you know who’s watched it to know why it was so generously passed around.

6. YouTube HD Camera Trick Challenge





Advertiser: Samsung
Ad Agency: Viral Factory

Why it works: One cunning way to get people talking about and sharing your video is to make them wonder how you shot it in the first place. Samsung went to great lengths to protect the “trick” in the video for their new HD camera phone, which got tech geeks riled up to try solving the puzzle. Geeks happen to be the audience most likely to buy the HD new camera phone, which is why this video makes our Top 10.

7. United Breaks Guitars






Advertiser: Dave Carroll
Ad Agency: N/A

Why it works: A traumatic experience for one flyer becomes a public relations disaster for United Airlines, when musician Dave Carroll uses a YouTube video to vent frustrations after his guitar is damaged at Chicago O’Hare airport. The takeaway: Viral video is a wonderful tool for consumer advocacy because chances are you’re not the only one who is upset. In this case, United was inundated with additional complaints after United Breaks Guitars.

8. All the Single Babies





Advertiser: singlebabies.com
Ad Agency: User Generated

Why it works: The huge popularity of this video, a baby dancing to a Beyonce song, is channeling ad revenue and donations into his college fund. This quick reaction to a YouTube hit shows us the toddler’s dad has moves of his own — something sluggish advertisers can learn from.

9. Guy Catches Laptop with His Butt






Advertiser: MSI Computers
Ad Agency: N/A

Why it works: In much the way Airplane parodies disaster films, this cheeseball video spoofs last year’s viral video hit Ray-Ban’s Guy Catches Glasses with Face. The inside joke is why we picked the video for this year’s Top 10. If you’re not on the web, you don’t get it. But for the millions who saw Ray-Ban’s video, it’s a wink and a nod, and an ironic sign that the viral video medium is maturing (or not).

10. JK Wedding Dance





Advertiser: Jill Peterson and Kevin Heinz
Ad Agency: N/A

Why it works: A couple’s wedding entourage dances down the aisle to Chris Brown’s song “Forever,” springboarding this video into viral history (at least for ‘09). Instead of stripping the video of its music — something copyright owners are permitted to do on YouTube — Sony used its popularity to sell more Chris Brown albums

source: http://myamazingfact.blogspot.com/2009/12/10-most-innovative-viral-video-ads-of.html

Description: The 10 Most Innovative Viral Video Ads of 2009 Rating: 5.0 Reviewer: garry bale ItemReviewed: The 10 Most Innovative Viral Video Ads of 2009

Friday, May 8, 2009

Cover Majalah Terbaik Tahun 2009











Description: Cover Majalah Terbaik Tahun 2009 Rating: 5.0 Reviewer: garry bale ItemReviewed: Cover Majalah Terbaik Tahun 2009
Bang Rizal Proudly Powered by Blogger