Showing posts with label Fotografi. Show all posts
Showing posts with label Fotografi. Show all posts

Friday, December 11, 2009

Karya Fotografi Spektakuler, Seorang Laki-laki Dikelilingi Gerhana Matahari

Ini dia yang dinamakan "The right man on the right time and right moment". Fotografer Colleen Pinski siap untuk perjalanan ke ujung bumi untuk mendapatkan gambar yang menakjubkan dari gerhana matahari.

Wanita 27 tahun ini melesat 370 mil untuk menemukan tempat yang sempurna untuk melihatnya setelah sehari sebelumnya mengetahui bahwa peristiwa alam yang menakjubkan akan terjadi.

Dan foto ini menunjukkan usahanya yang berharga meskipun menghabiskan berjam-jam di mobilnya dari rumahnya di Colorado, Denver, ke Albuquerque, New Mexico.


Setelah Colleen menemukan lokasi yang sempurna ia masih harus menangkap gerhana dari 1.5 mil jauhnya. Gambar menakjubkan diatas menunjukkan upaya Colleen tidak sia-sia dengan foto yang sempurna dan indah dari seorang anak yang dibingkai oleh gerhana pada 20 Mei.

Colleen mengatakan ia hampir menyerah tetapi terus berusaha karena dia tahu itu akan menjadi kesempatan sekali dalam seumur hidup.

Dia berkata, "Suami saya dan saya menemukan sebuah toko di Denver yang dapat meminjamkan lensa foto super.. Kami juga menyewa sebuah cermin panas untuk melindungi sensor kamera dan beberapa filter ND."

"Kami berkendara ke Albuquerque, mengambil foto di sepanjang jalan. Gerhana tersebut terjadi pada pukul 7:36 waktu setempat dan kami tiba di sana pada pukul 5:45 dan menemukan lokasi tepat dan bisa langsung menyiapkan peralatan kami."

"Kami menemukan sebuah taman bagus yang kita bisa duduki rumputnya. Saya hanya melihat layar LCD pada kamera untuk melindungi mata dan tidak langsung ke matahari. Saya menggunakan Canon 7D."


"Pada saat gerhana sedang setengah terjadi seorang pria berjalan tepat di tengah dan terbingkai sempurna untuk diambil fotonya. Saya tidak tahu siapa dia atau apa yang sedang ia pegang, tapi saya pikir itu adalah kertas dengan lubang jarum sehingga ia bisa menonton gerhana."
 
 
sumber
Description: Karya Fotografi Spektakuler, Seorang Laki-laki Dikelilingi Gerhana Matahari Rating: 5.0 Reviewer: garry bale ItemReviewed: Karya Fotografi Spektakuler, Seorang Laki-laki Dikelilingi Gerhana Matahari

Saturday, October 3, 2009

Orang Pertama Yang Menemukan Fotografi dan Kamera

http://i218.photobucket.com/albums/cc129/truebluesky/people/LouisDaguerre.jpg
Fotografi! Tak lain dari Louis Jacques Mande Daguerre-lah orang yang di tahun 1830-an berhasil menemukan fotografi praktis.

Daguerre dilahirkan tahun 1787 di kota Cormeilles di Perancis Utara. Waktu mudanya dia seniman. Pada umur pertengahan tiga puluhan dia merancang “diograma”, barisan lukisan pemandangan yang mempesona bagusnya, dipertunjukkan dengan bantuan efek cahaya. Sementara dia menggarap pekerjaan itu, dia menjadi tertarik dengan pengembangan suatu mekanisme untuk secara otomatis melukiskan kembali pemandangan yang ada di dunia tanpa menggunakan kwas atau cat. Dengan kata lain: kamera!

Tingkat pertama perancangan alat kamera yang bisa berfungsi tidak berhasil. Di tahun 1827 dia ketemu Joseph Nicephore Niepce yang juga sedang mencoba (dan sejauh itu lebih sukses) menciptakan kamera. Dua tahun kemudian mereka menjadi kongsi. Di tahun 1833 Niepce meninggal, tetapi Daguerre tetap tekun meneruskan percobaannya. Menjelang tahun 1837 dia sudah berhasil mengembangkan sebuah sistem praktis fotografi yang disebutnya “daguerreotype.”
Tahun 1839 Daguerre memberitahu publik secara terbuka tanpa mempatenkannya. Sebagai imbalan, pemerintah Perancis menghadiahkan pensiun seumur hidup kepada baik Daguerre maupun anak Niepce. Pengumuman penemuan Daguerre menimbulkan kegemparan penduduk. Daguerre merupakan seorang pahlawan saat itu, ditaburi rupa-rupa penghormatan, sementara metode “daguerreotype” dengan cepat berkembang menjadi hal yang digunakan oleh umum. Daguerre sendiri segera pensiun. Dia meninggal tahun 1851 di kota asalnya dekat Paris.

Tak banyak penemuan teknologi yang begitu banyak digunakan awam seperti halnya fotografi. Dia digunakan di hampir tiap bidang penyelidikan ilmu. Begitu juga di bidang industri dan militer. Sarana yang vital di kalangan rakyat biasa, hobbi menyenangkan buat berjuta orang. Fotografi ambil bagian dalam penyebaran penerangan (atau penipuan untuk mengelabui orang lewat informasi palsu), di bidang pendidikan, jurnalistik dan iklan. Berhubung fotografi mampu dengan cepat mengingatkan orang akan masa lampaunya, dia menjadi sarana suvenir dan kenang-kenangan yang tersebar luas. Sinematografi, tentu saja, merupakan perkembangan berikutnya yang punya arti penting-selain melayani dan merupakan sarana hiburan yang tak bisa diabaikan-juga saina banyak digunakan setara dengan foto “diam.”

Tak ada penemuan ilmiah yang dilakukan oleh seseorang sendirian tanpa ada petunjuk dari orang-orang sebelumnya seperti Daguerre. “Kamera obscura” (alat serupa dengan kamera tetapi tanpa film) telah diketemukan orang delapan abad sebelum Daguerre. Di abad ke-16, Girolamo Cardano membuat langkah menempatkan lensa di muka “kamera obscura” terbuka. Ini merupakan langkah penting menuju lahirnya kamera modern. Tetapi karena bayangan yang dihasilkan tidak tahan lama samasekali, sulitlah dianggap sebuah fotografi. Penemuan pemula lainnya diketemukan tahun 1727 oleh Johann Schulze yang menemukan bahwa garam perak sangat sensitif terhadap cahaya. Meskipun dia gunakan penemuan ini untuk membuat gambar sementara, Schulze tak punya gambaran bagaimana cara semestinya meneruskan gagasannya.
Pendahulu yang dekat dengan apa-apa yang berhasil diperbuat Daguerre adalah Niepce yang kemudian menjadi partner Daguerre. Sekitar tahun 1829 Niepce menemukan bahwa batuan tebal hitam dari Judea, sejenis aspal, sangat peka terhadap cahaya. Dengan menggabungkan benda peka cahaya dengan “kamera obscura,” Niepce berhasil membuat foto pertama di dunia (salah satu yang dijepretnya tahun 1826 masih ada hingga sekarang). Atas dasar itu, beberapa orang menganggap Niepce-lah yang layak dianggap sebagai penemu fotografi. Tetapi sistem fotografi Niepce sepenuhnya tidak praktis karena memerlukan tidak kurang dari delapan jam untuk pengambilannya dan itu pun cuma menghasilkan gambar yang guram.
Kamera resmi Daguerre yang diprodusir iparnya, Alphonse Girous, dibubuhi cap yang berbunyi: “Tanpa tanda tangan M. Daguerre dan tanda M. Giroux, tidak terjamin.”karena itu punya arti praktis yang berlebih.

Pada metode Daguerre, gambar direkam di atas lembar yang berlapis “iodide perak”. Waktu pengambilan yang dibutuhkan antara 15-20 menit sudah cukup memadai walau berabe bawanya karena berat, toh berguna. Dua tahun sesudah Daguerre mempertunjukkan ciptaannya di depan umum, orang-orang usul penyempurnaan: penambahan “cairan perak” pada “iodide perak” yang peka cahaya. Perubahan kecil ini punya pengaruh banyak mengurangi waktu yang diperlukan buat pemotretan, karena itu punya arti praktis yang berlebih.

Tahun 1839, sesudah Daguerre mengumumkan secara terbuka hasil penemuan fotografinya, William Henry Talbot, seorang ilmuwan Inggris, memberitahukan pula bahwa dia telah mengembangkan metode fotografi lain, lewat cara pencetakan negatif, seperti dilakukan orang sekarang ini. Menarik untuk dicatat, Talbot sesungguhnya sudah memprodusir alat potret di tahun 1835, dua tahun sebelum keluarnya model Daguerre. Talbot, yang juga melibatkan diri dalam pelbagai proyek, tidak lekas-lekas meneruskan eksperimen fotografinya. Kalau saja hal ini dilakukannya, mungkin sekali dia bisa memprodusir alat potret yang komersil sebelum Daguerre melakukannya, dan bisa dianggap sebagai penemu fotografi.

Tahun-tahun sesudah Daguerre dan Talbot, beruntun dilakukan orang pelbagai penyempurnaan: proses lembaran basah, proses lembaran kering, rol film modern, film berwarna, film bioskop, polaroid dan xerografi. Kendati banyak orang yang terlibat dalam pengembangan fotografi, saya anggap Louis Daguerre-lah orang yang paling banyak beri sumbangan pikiran. Tak ada sistem yang patut dipakai sebelum Daguerre dan sistem yang dikembangkannya paling praktis dan paling diterima secara luas. Lebih dari itu, penyiaran yang luas dari hasil penemuannya merupakan daya dorong buat penyempurnaan-penyempurnaan selanjutnya. Memang benar, fotografi yang kita kenal sekarang jauh berbeda dengan sistem Daguerre, tetapi walaupun misalnya tidak ada penyempurnaan apa pun, toh apa yang dibuat Daguerre sudah dapat dimanfaatkan.
Description: Orang Pertama Yang Menemukan Fotografi dan Kamera Rating: 5.0 Reviewer: garry bale ItemReviewed: Orang Pertama Yang Menemukan Fotografi dan Kamera

Tuesday, September 29, 2009

"A Child is Born", Fotografi Transformasi Sperma Hingga Janin

Lennart Nilson adalah seorang fotografer asal Swedia yang terkenal dengan karyanya yang berjudul "A Child is Born". Proyek foto ini berisikan karya Lennart yang mengambil gambar proses pembentukan janin hingga janin tersebut dewasa dan siap untuk dilahirkan ke bumi.

Pertama kali Lennart membuat proyek ini ditahun 1953, dan baru selesai di tahun 1965. Setiap tahun Lennart selalu berusaha memperbaharui karyanya.

Biasanya Lennart hanya menggunakan kamera endoskopi dan mikroskop elektron dalam mengambil gambar sperma dan janin. Hingga kini apa yang didokumentasikan oleh Lennart merupakan salah satu foto yang membawa banyak kemajuan di bidang kesehatan.


Sperma


Sel telur


Saat sperma membuahi sel telur


Embrio


Janin 8 Minggu


Janin 10 minggu,
kelopak mata mulai terbentuk.



Janin 16 minggu, aliran darah mulai bisa terlihat.



Janin 18 minggu,
mulai bisa mendengar suara dari luar.


Janin 20 minggu


Janin 26 minggu
 
 
 
sumber
Description: "A Child is Born", Fotografi Transformasi Sperma Hingga Janin Rating: 5.0 Reviewer: garry bale ItemReviewed: "A Child is Born", Fotografi Transformasi Sperma Hingga Janin
Bang Rizal Proudly Powered by Blogger