Showing posts with label Ledakan. Show all posts
Showing posts with label Ledakan. Show all posts

Monday, August 17, 2009

10 Ledakan terbesar yang pernah terjadi

Urutan 10 :

Sebuah kebakaran di kapal kargo SS Grandcamp yang sedang berlabuh di texas city pada 1947 memicu 2.300 ton amoniu nitrat, sebuah campuran yang digunakan untuk penyubur dan berdaya ledak tinggi. Ledakan tersebut merontokan 2 pesawat terbang yang sedang melintas disekitarnya dan memicu reaksi berantai yang memicu ledakan sebuah kapal kargo lainnya yang juga membawa 1000 ton ammonium nitrat. Bencana ini membunuh lebuh dari 600 orang dan melukai 3.500 lainnya, dan secara umum dikategorikan bancana industry terburuk dalam sejarah U.S

Urutan 9 :

Pada 1917, sebuah kapal kargo prancis, yang berisi penuh dengan bahan peledak untuk PD I, secara tidak sengaja bertabrakan dengan kapal berbendera belgia di pelabuhan Halifax, Kanada. Hal tersebut menyebabkan ledakan dengan dampak yang jauh lebih besar dari peladak yang pernah dibuat oleh manusia sebelumnya, setara dengan 3 kilo ton TNT. Menyebarkan serbuk berwarna putih hingga 6.100m diatas kota dan menyebabkan Tsunami dengan ketinggian gelombang setara 18 m , hingga radius 2 Km disekitar pusat ledakan. Itu adalah kehancuran total, dan merenggut 2000 nyawa dan 9000 lainnya terluka. Itu tetao menjadi kecelakaan terburuk didunia yang disebabkan peledak buatan manusia.

Urutan 8 :

Pada 1986, sebuah reactor nuklir meledak di Chernobly di ukraina, itu adalah kecelakaan nuklir terburuk dalam sejaran, ledakan tersebut melontarkan rector seberat 2000 ton dan menyebarkan 400 kali kadar radioaktive dibandingkan bom Hiroshima, mengkontaminasi lebih dari 200.000 km2 eropa, 600.000 orang terkena radiasi dosis tinggi, dan lebih dari 350.000 orang harus dievakuasi dari derah yang terkontaminasi.Bom atom yang pertama dalam sejarah, , di ledakkan di Trinity site, dekat Alamogordo, N.M pada 1945, meledakan denga kekuatan hamper 20kilo ton TNT, ilmuan J. Robert Oppenheimer kemudian mengatakan, ketika dia mengawasi pengujian, Ia memikirkan sebuah petikan dari manuscript hindu Bhagavas Gita : “Saya akan menjadi Kematian, penghancur dunia”, senjata nuklir kemudian mengakhiri PDII dan menyebabkan ketakutan terhadap senjata pemusnah nuklir hingga berpuluh tahun kemudian. Ilmuan kemudian menemukan bahwa masyarakan di New Meksiko mungkin terkena radiasi nuklir ribuan kali dari batas normal yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh.

Urutan 7 :

Bom atom yang pertama dalam sejarah, , di ledakkan di Trinity site, dekat Alamogordo, N.M pada 1945, meledakan denga kekuatan hamper 20kilo ton TNT, ilmuan J. Robert Oppenheimer kemudian mengatakan, ketika dia mengawasi pengujian, Ia memikirkan sebuah petikan dari manuscript hindu Bhagavas Gita : “Saya akan menjadi Kematian, penghancur dunia”, senjata nuklir kemudian mengakhiri PDII dan menyebabkan ketakutan terhadap senjata pemusnah nuklir hingga berpuluh tahun kemudian. Ilmuan kemudian menemukan bahwa masyarakan di New Meksiko mungkin terkena radiasi nuklir ribuan kali dari batas normal yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh.

Urutan 6 :

Sebuah ledakan misterius dekan sungai Podkamennaya Tunguska di 1908 meratakan area seluas 2000km2 dari hutan Siberia (hamper seluas kota Tokyo). Peneliti mengira bahwa ledakan tersebut disebankan oleh asteroid atau komet mungkin diameter sebesar 20m dan seberat 185.000 metric ton (7 kali berat titanic). Ledakan yang hasilkan hamper sekuat 4 mega ton TNT (250 kali lebih kuat dari bom Hiroshima)

Urutan 5 :

Pada 1815, Gunung tambora di Indonesia meledak dengan kekuatan hampir 1000 mega ton TNT, merupakan ledakan gunung berapi terdahsyat yang direkam dalam sejarah. Ledakan tersebut melontarkan 140 Milyar ton magma dan tidak hanya membunuh 71.000 orang di pulau Sumbawa (Dekat Lombok) tapi abu vulkanik yang dilontarkan menyebabkan anomaly iklim secara global, pada tahun selanjutnya (1816), diknal sebagai tahun tanpa musim panas, salju turun di bulan juni di Albany N.Y, sungai es dapat ditemukan di bulan Juli di Pennsylvania, dan ratusan ribu orang menderita kelaparan secara global

Urutan 4 :

Era dinosaurs berakhir dalam bencana alam, hamper 65 juta thn lalu, yang membunuh hamper setengah dari semua species di planet ini, walaupun peneliti menyarankan bahwa planet berada dalam ambang kehacuran lingkungan sebelum tumbukan Cretaceous-Tertiary (meteorit), dimana kawah seluas 180 km di chixulub di mexiko mungkin adalah lokasi tumbukan tersebut.

Urutan 3 :

Komet Shoemaker-Levy9 bertabrakan secara spektakuler dengan planet Jupiter pada 1994, gravitasi planet raksasa tersebut menarik komet tersebut dab memecahkan komet tersebut hingga area seluas 3km, dan mereka menghujam dengan kecepatan 60 km/detik menghasilkan 21 tumbukan yang terlihat. Tumbukan terbesar menyebabkan bola api hingga setinggi 3000 km diatas awan Jovian dan menyebabkan bintik hitam dengan diameter 12.000km2 (sekitar sebesar bumi) dan diperkirakan meledak dengan kekuatan 6000 Giga Ton TNT

Urutan 2 :

Supernova adalah bintang yang meledak yang seringkali “menyinari” keseluruhan galaksi. Supernova yang paling terang yang pernah di catat dalam sejarah adalah yang dilihat di konstelasi Lupus (bahasa laitn untuk srigala) pada musim semi tahun 1006. Ledakan luar biasa yang berwarna keemasan yang sekarang dikenal sebagai SN 1006 terjadi di hamper 7.100 tahun cahaya jauhnya, dan cukup terang untuk menyebabkan adanya bayangan dimalam hari, dan membaca dimalam hari, dan masih terlihat hingga berbulan-bulan pada siang hari

Urutan 1 :

Pancaran sinar gamma adalah paling kuat yang pernah diketahui di alam semesta. Sinar yang memancar dari area yang sangat jauh namun terlihat, adalah GRB 090423, menjangkau “dunia” kita dari kejauhan 13 Milyar tahun cahaya !!!! dari bumi. Ledakan tersebut, yang hanya terekam kurang dari 1 detik, melepaskan energy lebih dari 100 kali energy yang dilepaskan oleh matahari selama 10 Milyar tahun umur matahari tersebut. Ini sepertinya berasal dari sebuah bintang yang sekarat yang 30 hingga 100 kali besarnya dari matahari.

Sumber: http://woamu.blogspot.com/
Description: 10 Ledakan terbesar yang pernah terjadi Rating: 5.0 Reviewer: garry bale ItemReviewed: 10 Ledakan terbesar yang pernah terjadi

Friday, June 12, 2009

Ledakan pesawat ulang alik Challenger

(28 Januari 1986) salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan berkenaan dengan bencana pesawat ulang-alik Challenger adalah, "Apakah para astronaut masih hidup setelah ledakan. Banyak orang ingin mengetahui apakah ketujuh astronaut Challenger masih sadar saat mereka tercebur ke laut. Jawabannya adalah ya. Menurut para ahli, paling tidak selama beberapa detik dan kemungkinan lebih lama. Penyelidikan melelahkan yang dilakukan setelah kecelakaan mengungkapkan bahwa tiga dari bongkahan sarana untuk meloloskan diri dalam keadaan darurat yang telah ditemukan kembali,telah diaktifkan secara manual setelah ledakan. Telah disimpulkan bahwakekuatan ledakan awal tidak cukup besar untuk membunuh atau membuat para astronaot tak sadarkan diri, dan bahwa kematian mereka adalah karena menghantam air dengan kecepatan 207 mil (333 km) per jam. Tidak diketahui berapa lama kabin Challenger menahan tekanan udara atau berkenaan dengan hal ini, jika kabin memang menahan tekanan setelah ledakan. Maka meski jika para astronaut memang sadar setelah ledakan, tampaknya mereka semua tak sadarkan din dalam waktu beberapa detik dan tetap demikian saat mereka menghantam air. Ketujuh astronaut Challanger ini adalah Michael Smith, Dick Scobee, Judith Resnik, Ronald McNair, Ellison Onizuka, Gregory Jarvis, dan Christa McAuliffe. Di antara ketujuh sisa-sisa mayat para astronaut Challanger yang bisa dikenali ini telah dikembalikan ke keluarga mereka pada tanggal 29 April 1986. Sisa-sisa mayat yang tidak bisa dikenali dimakamkan di Pemakaman Nasionai Arlington pada tanggal 20 Mei 1986
Image and video hosting by TinyPic
klik gambar untuk memperbesar
Pada tanggal 24 Januari 1985, setahun sebelum peluncuran Challenger, NASA telah meluncurkan pesawat ulang-alik Discovery. Temperatur udara pada saat peluncuran Discovery adalah lima puluh tiga derajat Fahrenheit (11,5 °C), dan para insinyur di Morton-Thiokol, perusahaan yang memproduksi "solid rocket booster O-ring", mencatat bahwa telah terjadi erosi O-ring pada temperatur tersebut. Temperatur yang diharapkan pada saat peluncuran pesawat ulang-alik Challenger adalah dua puluh sembilan derajat Fahrenheit (-1,5 °C). Para insinyur Morton-Thiokol, walau memang mengakui bahwa mereka tidak punya cara untuk membuktikan bahwa akan terjadi masalah dengan CD-ring pada temperatur dua puluh sembilan derajat Fahrenheit (karena tiadanya pengetesan tertentu pada temperatur yang lebih rendah), menyatakan adanya masalah erosi pada Discovery pada temperatur lima puluh tiga derajat Fahrenheit, dan menganjurkan kepada NASA supaya mereka menunda peluncuran Challenger. Manajer NASA menantang kesimpulan para insinyur Morton-Thiokol dan meminta keputusan manajemen Morton-Thiokol.
Manajer memberikan laporan kepada Nasa, mengemukakan "pemeriksaan keteknikan" mereka bahwa O-ring mampu menanggung temperatur yang telah diperhitungkan, dan bahwa pelun­curan ini harus dilaksanakan sesuai jadwal. Para insinyur proyek Morton-Thiokol menolak untuk menandatangani laporan ini. Alan McDonald, yang adalah direktur Morton-Thiokol bagi Solid Rocket Motors Project sedang berada di Florida bersama NASA, dan mendesak NASA untuk menolak laporan para manajer perusahaannya, dan tidak meluncurkan Challenger. la berkeyakinan bahwa cuaca yang dingin akan menciptakan situasi yang cukup berisiko terhadap O-ring, sehingga bisa membenarkan penundaan peluncuran. Usulan McDonald ditolak oleh para manajer proyek NASA, dan Challenger di-luncurkan pada pukul 11.38 tanggal 28 Januari 1986. Terdapat untaian tetesan air yang membeku pada panggung peluncuran dan pesawat ini pada saat pelun­curan. Keputusan untuk meluncurkan Challenger adalah sebuah keputusan yang buruk, dan mengakibatkan hilangnya 7 nyawa, kehancuran pesawat ruang angkasa senilai multimiliar dolar, dan ditutupnya program pesawat ulang-alik NASA selama dua tahun. Peristiwa ini juga menandai untuk pertama kalinya Amerika Serikat telah kehilangan astronaut dalam kegagalan pesawat ruang angkasa saat penerbangan, dan menyebabkan para warga negara Amerika kehilangan kepercayaannya terhadap NASA.
Bencana Challenger juga mengacu pada keluarnya orang-orang kunci dari NASA, dan pada keputusan untuk menggunakan roket-roket sekali pakai daripada pesawat ulang-alik imtuk meluncurkan satelit ke orbitnya.Sebuah komite kongres yang telah dibentuk untuk menyelidiki bencana ini menyimpulkan bahwa "usaha untuk menepati jadwal penerbangan dan pemo-tongan biaya lebih diprioritaskan dibanding keamanan penerbangan." Misi Challenger sangat diminati oleh masyarakat Amerika karena kehadiran guru sekolah menengah atas yang berasal dari New Hampshire, Christa McAuliffe, orang pertama yang berasal dari masyarakat biasa—dan pelantikan program "Guru di Ruang Angkasa" NASA. McAuliffe dijadwalkan untuk memberi pengajaran dari ruang angkasa kepada murid-muridnya, sebuah program yang inovatif dan mencengangkan yang membangkitkan antusiasme sangat besar di kalangan para pendidik dan siswa.
Image and video hosting by TinyPic
Misi Challenger juga melibatkan peluncuran satelit penyiar data, dan serangkaian eksperimen terkait dengan komet Halley.Bencana Challenger merupakan salah satu dari seratus bencana terburuk sepanjang masa, sebagian karena konsepsi, pengembangan, dan peluncuran pesawat ulang-alik ruang angkasa yang mengorbit merupakan salah satu pres-tasi manusia terbesar sepanjang masa. Skala prestasi ini seimbang penuh dengan skala bencananya. Penyebab bencana adalah kesalahan teknis—O-ring menjadi begitu rapuh dalam cuaca dingin, sehingga tidak mampu mencegah terpicunya gas yang mudah terbakar yang seharusnya tertutup olehnya. Namun, kesa­lahan sebenarnya terletak pada para pengambil keputusan yang mengabaikan potensi kesalahan teknis sehingga mengirim Challenger meluncur ke malapetakanya.(di rangkum dari buku 100 buku bencana terbesar sepanjang masa)

Sumber: http://achtungpanzer.blogspot.com/2009/05/ledakan-pesawat-ulang-alik-challenger.html
Description: Ledakan pesawat ulang alik Challenger Rating: 5.0 Reviewer: garry bale ItemReviewed: Ledakan pesawat ulang alik Challenger

Ledakan pesawat ulang alik Challenger

(28 Januari 1986) salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan berkenaan dengan bencana pesawat ulang-alik Challenger adalah, "Apakah para astronaut masih hidup setelah ledakan. Banyak orang ingin mengetahui apakah ketujuh astronaut Challenger masih sadar saat mereka tercebur ke laut. Jawabannya adalah ya. Menurut para ahli, paling tidak selama beberapa detik dan kemungkinan lebih lama. Penyelidikan melelahkan yang dilakukan setelah kecelakaan mengungkapkan bahwa tiga dari bongkahan sarana untuk meloloskan diri dalam keadaan darurat yang telah ditemukan kembali,telah diaktifkan secara manual setelah ledakan. Telah disimpulkan bahwakekuatan ledakan awal tidak cukup besar untuk membunuh atau membuat para astronaot tak sadarkan diri, dan bahwa kematian mereka adalah karena menghantam air dengan kecepatan 207 mil (333 km) per jam. Tidak diketahui berapa lama kabin Challenger menahan tekanan udara atau berkenaan dengan hal ini, jika kabin memang menahan tekanan setelah ledakan. Maka meski jika para astronaut memang sadar setelah ledakan, tampaknya mereka semua tak sadarkan din dalam waktu beberapa detik dan tetap demikian saat mereka menghantam air. Ketujuh astronaut Challanger ini adalah Michael Smith, Dick Scobee, Judith Resnik, Ronald McNair, Ellison Onizuka, Gregory Jarvis, dan Christa McAuliffe. Di antara ketujuh sisa-sisa mayat para astronaut Challanger yang bisa dikenali ini telah dikembalikan ke keluarga mereka pada tanggal 29 April 1986. Sisa-sisa mayat yang tidak bisa dikenali dimakamkan di Pemakaman Nasionai Arlington pada tanggal 20 Mei 1986
Image and video hosting by TinyPic
klik gambar untuk memperbesar
Pada tanggal 24 Januari 1985, setahun sebelum peluncuran Challenger, NASA telah meluncurkan pesawat ulang-alik Discovery. Temperatur udara pada saat peluncuran Discovery adalah lima puluh tiga derajat Fahrenheit (11,5 °C), dan para insinyur di Morton-Thiokol, perusahaan yang memproduksi "solid rocket booster O-ring", mencatat bahwa telah terjadi erosi O-ring pada temperatur tersebut. Temperatur yang diharapkan pada saat peluncuran pesawat ulang-alik Challenger adalah dua puluh sembilan derajat Fahrenheit (-1,5 °C). Para insinyur Morton-Thiokol, walau memang mengakui bahwa mereka tidak punya cara untuk membuktikan bahwa akan terjadi masalah dengan CD-ring pada temperatur dua puluh sembilan derajat Fahrenheit (karena tiadanya pengetesan tertentu pada temperatur yang lebih rendah), menyatakan adanya masalah erosi pada Discovery pada temperatur lima puluh tiga derajat Fahrenheit, dan menganjurkan kepada NASA supaya mereka menunda peluncuran Challenger. Manajer NASA menantang kesimpulan para insinyur Morton-Thiokol dan meminta keputusan manajemen Morton-Thiokol.
Manajer memberikan laporan kepada Nasa, mengemukakan "pemeriksaan keteknikan" mereka bahwa O-ring mampu menanggung temperatur yang telah diperhitungkan, dan bahwa pelun­curan ini harus dilaksanakan sesuai jadwal. Para insinyur proyek Morton-Thiokol menolak untuk menandatangani laporan ini. Alan McDonald, yang adalah direktur Morton-Thiokol bagi Solid Rocket Motors Project sedang berada di Florida bersama NASA, dan mendesak NASA untuk menolak laporan para manajer perusahaannya, dan tidak meluncurkan Challenger. la berkeyakinan bahwa cuaca yang dingin akan menciptakan situasi yang cukup berisiko terhadap O-ring, sehingga bisa membenarkan penundaan peluncuran. Usulan McDonald ditolak oleh para manajer proyek NASA, dan Challenger di-luncurkan pada pukul 11.38 tanggal 28 Januari 1986. Terdapat untaian tetesan air yang membeku pada panggung peluncuran dan pesawat ini pada saat pelun­curan. Keputusan untuk meluncurkan Challenger adalah sebuah keputusan yang buruk, dan mengakibatkan hilangnya 7 nyawa, kehancuran pesawat ruang angkasa senilai multimiliar dolar, dan ditutupnya program pesawat ulang-alik NASA selama dua tahun. Peristiwa ini juga menandai untuk pertama kalinya Amerika Serikat telah kehilangan astronaut dalam kegagalan pesawat ruang angkasa saat penerbangan, dan menyebabkan para warga negara Amerika kehilangan kepercayaannya terhadap NASA.
Bencana Challenger juga mengacu pada keluarnya orang-orang kunci dari NASA, dan pada keputusan untuk menggunakan roket-roket sekali pakai daripada pesawat ulang-alik imtuk meluncurkan satelit ke orbitnya.Sebuah komite kongres yang telah dibentuk untuk menyelidiki bencana ini menyimpulkan bahwa "usaha untuk menepati jadwal penerbangan dan pemo-tongan biaya lebih diprioritaskan dibanding keamanan penerbangan." Misi Challenger sangat diminati oleh masyarakat Amerika karena kehadiran guru sekolah menengah atas yang berasal dari New Hampshire, Christa McAuliffe, orang pertama yang berasal dari masyarakat biasa—dan pelantikan program "Guru di Ruang Angkasa" NASA. McAuliffe dijadwalkan untuk memberi pengajaran dari ruang angkasa kepada murid-muridnya, sebuah program yang inovatif dan mencengangkan yang membangkitkan antusiasme sangat besar di kalangan para pendidik dan siswa.
Image and video hosting by TinyPic
Misi Challenger juga melibatkan peluncuran satelit penyiar data, dan serangkaian eksperimen terkait dengan komet Halley.Bencana Challenger merupakan salah satu dari seratus bencana terburuk sepanjang masa, sebagian karena konsepsi, pengembangan, dan peluncuran pesawat ulang-alik ruang angkasa yang mengorbit merupakan salah satu pres-tasi manusia terbesar sepanjang masa. Skala prestasi ini seimbang penuh dengan skala bencananya. Penyebab bencana adalah kesalahan teknis—O-ring menjadi begitu rapuh dalam cuaca dingin, sehingga tidak mampu mencegah terpicunya gas yang mudah terbakar yang seharusnya tertutup olehnya. Namun, kesa­lahan sebenarnya terletak pada para pengambil keputusan yang mengabaikan potensi kesalahan teknis sehingga mengirim Challenger meluncur ke malapetakanya.(di rangkum dari buku 100 buku bencana terbesar sepanjang masa)

Sumber: http://achtungpanzer.blogspot.com/2009/05/ledakan-pesawat-ulang-alik-challenger.html
Description: Ledakan pesawat ulang alik Challenger Rating: 5.0 Reviewer: garry bale ItemReviewed: Ledakan pesawat ulang alik Challenger

Thursday, May 7, 2009

Ledakan Besar di Yogya Lukai Tiga Warga

http://www.detiknews.com/images/content/2009/11/19/10/Ledakan-yogya-dalam.jpg
Yogyakarta: Warga Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, dikejutkan oleh ledakan yang berpusat di Apotek Medistra yang terletak di seberang Rumah Sakit Mata Dr Yap sekitar pukul 08.30 WIB, Kamis (19/11). Berdasarkan pantauan SCTV, ledakan tersebut diduga berasal dari tabung gas di dalam apotek. Ledakan yang disertai getaran itu pun cukup besar, lantaran mengenai sejumlah zat kimia yang memenuhi toko obat itu.

Akibat ledakan tersebut, tiga orang yang melewati ruas jalan di sekitar apotek mengalami luka ringan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bethesda. Bukan cuma itu. Sejumlah mobil dan kaca gedung di seberang apotek pun rusak. Sementara bagian depan apotek nyaris tak tersisa. Saat ini anggota kepolisian setempat masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi juga memblokir ruas Jalan Cik Ditiro, sekitar 500 meter dari Simpang Empat Gramedia hingga persimpangan Jalan Kartini. Ruas jalan tersebut ditutup dan diberi garis polisi.(ASW)

Sumber: liputan6.com
Description: Ledakan Besar di Yogya Lukai Tiga Warga Rating: 5.0 Reviewer: garry bale ItemReviewed: Ledakan Besar di Yogya Lukai Tiga Warga
Bang Rizal Proudly Powered by Blogger